Peninggalan Benda-Benda Purbakala di Pandeglang Banten

Dijual Buku Antik dan Langka


pulosari banten tahun 18800'an


Gunung Pulosari adalah gunung berapi di Kabupaten Pandeglang, Banten,Indonesia. Walaupun tidak ada data letusan yang pernah terjadi, tapi terdapat aktivitas fumarol yang terjadi di dinding kaldera dengan kedalaman 300 meter.

Menurut Sajarah Banten, sesampai di Banten Girang, Sunan Gunung Jati dan puteranya, Hasanuddin, mengunjungi Gunung Pulosari yang saat itu merupakan tempat kramat bagi kerajaan. Di sana, Gunung Jati menjadi pemimpin agama masyarakat setempat, yang masuk Islam. Baru setelah itu Gunung Jati menaklukkan Banteng Girang secara militer. Kemudian dia menjadi raja dengan restu raja Demak. Dengan kata lain, Gunung Jati bukan mendirikan kerajaan baru, tapi merebut tahta dari kerajaan yang sudah ada, yaitu Banten Girang.wikipedia.




patung purbakala
TIGA PATUNG BATU 
PATUNG GANESHA PATUNG BANURAKSA DAN BATU BERTULIS
DI DAERAH SAJIRA LEBAK BANTEN
FOTO DIBUAT ANTARA TAHUN 1863-1864





Benda-Benda Purbakala di Pandeglang Banten


Bukti-bukti Kerajaan Salakanagara antara lain adalah Menhir Cihunjuran, yaitu berupa Menhir sebanyak tiga buah terletak di sebuah mata air, yang pertama terletak di wilayah Desa Cikoneng. Sedangkan Menhir kedua terletak di Kecamatan Mandalawangi lereng utara Gunung Pulosari. Dan Menhir ketiga terletak di Kecamatan Saketi, di lereng Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Batu tersebut menyerupai batu prasasti Kawali II di Ciamis dan Batu Tulis di Bogor. Tradisi setempat menghubungkan batu ini sebagai tempat Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun.

Bukti yang lainnya adalah Dolmen, yang terletak di kampung Batu Ranjang, Desa Palanyar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Berbentuk sebuah batu datar panjang 250 cm, dan lebar 110 cm, disebut Batu Ranjang. Terbuat dari batu andesit yang dikerjakan sangat halus dengan permukaan yang rata dengan pahatan pelipit melingkar ditopang oleh empat buah penyangga yang tingginya masing-masing 35 cm.

Di tanah sekitarnya dan di bagian bawah batu ada ruang kosong. Sementara itu, di bawahnya terdapat fondasi dan batu kali yang menjaga agar tiang penyangga tidak terbenam ke dalam tanah. Sedangkan Dolmen ditemukan tanpa unsur megalitik lain, kecuali dua buah batu berlubang yang terletak di sebelah timurnya.

Bukti yang ketiga adalah Batu Magnit, yang terletak di puncak Gunung Pulosari, pada lokasi puncak Rincik Manik, Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Batu ini merupakan sebuah batu yang cukup unik, karena ketika dilakukan pengukuran arah dengan kompas, meskipun ditempatkan di sekeliling batu dari berbagai arah mata angin, jarum kompas selalu menunjuk pada batu tersebut.

Bukti yang keempat adalah Batu Dakon, yang terletak di Kecamatan Mandalawangi, tepatnya di situs Cihunjuran. Batu ini memiliki beberapa lubang di tengahnya dan berfungsi sebagai tempat meramu obat-obatan.

Sedangkan bukti yang kelima adalah Air Terjun Curug Putri, yang terletak di lereng Gunung Pulosari Kabupaten Pandeglang. Menurut cerita rakyat, air terjun ini dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rincik Manik dan Ki Roncang Omas. Di lokasi tersebut, terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi, yang berserak di bawah cucuran air terjun.

Dan akhirnya kita sampai pada bukti yang selanjutnya, yaitu Pemandian Prabu Angling Dharma yang terletak di situs Cihunjuran Kabupaten Pandeglang. Menurut cerita rakyat, pemandian ini dulunya digunakan oleh Prabu Angling Dharma atau Aki Tirem atau Wali Jangkung untuk membersihkan badan dan yang lainnya.




Dijual Buku Antik dan Langka Sastra Sejarah Dll
Dijual Majalah Cetakan Lama
Dijual Buku Pelajaran Lawas

Postingan terkait

Saya JAY SETIAWAN
tinggal di kota Bandung. Selain iseng menulis di blog, juga menjual buku-buku bekas cetakan lama. Jika sahabat tertarik untuk memiliki buku-buku yang saya tawarkan, silahkan hubungi Call SMS WA : 0821 3029 2632. Trima kasih atas kunjungan dan attensinya.

Peninggalan Benda-Benda Purbakala di Pandeglang Banten

Posting Komentar